LAPORAN PENDAHULUAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK PDF

Indera pendengaran merupakan bagian dari organ sensori khusus yang mampu mendeteksi sebagai stimulus bunyi. Indera pendengaran sangat penting dalam percakapan dan komunikasi sehari-hari. Organ yang berperan dalam indera pendengaran adalah telinga. Daun telinga terletak di dua sisi kepala setinggi mata.

Author:Shazilkree Kiganris
Country:Yemen
Language:English (Spanish)
Genre:Personal Growth
Published (Last):8 November 2018
Pages:234
PDF File Size:16.49 Mb
ePub File Size:4.21 Mb
ISBN:419-4-46375-699-8
Downloads:89975
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Voodoocage



Komplikasi ke susunan saraf pusat : 1. Meningitis 3. Sekret yang keluar tidak langsung cepat kering atau selalu kambuh lagi. Keadaan ini antara lain disebabkan oleh satu atau beberapa keadaan : 1. Adanya perforasi membran timpani yang permanen sehingga telinga tengah berhubungan dengan dunia luar. Terdapat sumber infeksi di laring, nasofaring, hidung, dan sinus paranasal.

Sudah terbentuk jaringan patologi yang irreversibel dalam rongga mastoid. Gizi dan higiene yang kurang. Setelah sekret berkurang, maka terapi dilanjutkan dengan memberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotik dan kortikosteroid. Bila sekret sudah kering tetapi perforasi masih ada, setelah diobservasi selama 2 bulan, maka idealnya dilakukan miringoplasti atau timpanoplasti.

Operasi ini bertujuan untuk menghentikan infeksi secara permanen, memperbaiki membran timpani yang perforasi, mencegah terjadinya komplikasi atau kerusakan pendengaran yang lebih berat serta memperbaiki pendengaran. Bila terdapat sumber infeksi yang menyebabkan sekret tetap ada atau terjadinya infeksi berulang, maka sumber infeksi itu harus diobati terlebih dahulu, mungkin juga perlu dilakukan pembedahan, misalnya adenoidektomi dan tensilektomi.

Terapi konservatif dengan medikamentosa hanyalah merupakan terapi sementara sebelum dilakukan pembedahan. Bila terdapat abses sub periosteal retroaurikuler, maka insisi abses sebaiknya dilakukan tersendiri sebelum dilakukan mastoidektomi. Mastoidektomi Sederhana. Operasi ini dilakukan pada OMSK tipe benigna yang pada pengobatan konservatif tidak sembuh. Dengan tindakan operasi ini dilakukan pembersihan ruang mastoid dari jaringan patologik.

Tujuannya ialah supaya infeksi tenang dan telinga tidak berair lagi. Pada operasi ini fungsi pendengaran tidak diperbaiki.

Mastiodektomi Radikal. Operasi ini dilakukan pada OMSK maligna dengan infeksi atau kolesteatom yang sudah meluas. Pada operasi ini rongga mastoid dan kavum timpani dibersihkan dari semua jaringan patologik. Dinding batas antara liang telinga luar dan telinga tengah dengan rongga mastoid diruntuhkan, sehingga ketiga daerah anatomi tersebut menjadi satu ruangan. Tujuan operasi nin adalah untuk membuang semua jaringan patologik dan mencegah komplikasi ke intra kranial.

Fungsi pendengaran tidak diperbaiki. Kerugian operasi ini ialah pasien tidak diperbolehkan renang seumur hidup, pasien harus kontrol teratur, pendengaran berkurang sekali.

Mastiodektomi Radikal dengan modifikasi Operasi Bondy Operasi ini dilakukan pada OMSK dengan kolesteatom di daerah atik, tetapi belum merusak kavum timpani. Seluruh rongga mastoid dibersihkan, dan dinding posterior liang telinga direndahkan. Tujuan operasi ialah, untuk membuang semua jaringan patologik dari rongga mastoid dan mempertahankan pendengaran yang masih ada.

Miringoplasti Operasi ini merupakan jenis timpanoplasti yang paling ringan, dikenal juga dengan nama timpanoplasti tipe I. Rekonstruksi hanya dilakukan pada membran timpani. Tujuan operasi ini ialah untuk mencegah berulangnya infeksi telinga tengah pada OMSK tipe benigna dengan perforasi yang menetap. Operasi ini dilakukan pada OMSK tipe benigna yang sudah tenang dengan ketulian ringan yang hanya disebabkan oleh perforasi membran timpani. Timpanoplasti Operasi ini dikerjakan pada OMSK tipe benigna dengan kerusakan yang lebih berat atau OMSK tipe benigna yang tidak bisa ditenangkan dengan pengobatan medikamentosa.

Tujuan operasi ialah untuk menyembuhkan penyakit serta memperbaiki pendengaran. Pada operasi ini, selain rekonstruksi membran timpani juga dilakukan rekonstruksi tulang pendengaran timpanoplasti tipe II, II, IV, V sebelum rekonstruksi dikerjakan lebih dahulu dilakukan eksplorasi kavum timpani dengan atau tanpa mastoidektomi untuk membersihkan jaringan patologis.

Tidak jarang, operasi ini terpaksa dilakukan 2 tahap dengan jarak waktu 6 —12 bulan 6. Timpanoplasti dengan pendekatan ganda Combined Approach Tympanoplasty Merupakan teknik operasi timpanoplasti yang dikerjakan pada kasus OMSK tipe maligna atau benigna dengan jaringan granulasi yang luas.

Tujuan operasi ialah untuk menyembuhkan penyakit serta memperbaiki pendengaran tanpa melakukan teknik mastiodektomi radikal.

Membersihkan kolesteatom dan jaringan granulasi di kavum timpani, dikerjakan melalui 2 jalan combined Approach yaitu melalui liang telinga dan rongga mastoid dengan melakukan timpanotomi posterior. Fokus Intervensi.

KTOON MANUAL PDF

PENGKAJIAN

Terdapat beberapa tipe dari otitis media, yaitu: Otitis media akut OMA. Otitis media supuratif kronik OMSK. Otitis media adhesif. Faktor risiko Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya otitis media.

LIBRO SOCIOBIOLOGIA WILSON PDF

Otitis Media

Otitis media supuratif kronik OMSK adalah stadium dari penyakit telinga tengah dimana terjadi peradangan kronis dari telinga tengah, mastoid dan membrane timpani tidak intak perforasi dan ditemukan sekret otorea , purulen yang hilang timbul. Istilah kronik digunakan apabila penyakit ini hilang timbul atau menetap selama 2 bulan atau lebih Fung, K, OMSK adalah infeksi di telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan sekret yang keluar dari telinga tengah terus- menerus atau hilang timbul. Sekret mungkin encer atau kental, bening atau berupa nanah Efiaty, B. Faktor infeksi biasanya berasal dari nasofaring adenoiditis, tonsilitis, rinitis, sinusitis , mencapai telinga tengah melalui tuba Eustachius.

ALEJANDRO PAGLIARI PDF

Infeksi saluran nafas atas 6. Autoimun 8. Gangguan fungsi tuba eustachius. Proses ini juga mencegah penutupan spontan dari perforasi.

Related Articles