DETERIORASI BENIH PDF

Latar Belakang Kualitas benih yang terbaik tercapai pada saat benih masak fisiologis karena pada saat benih masuk fisiologis maka berat kering benih, viabilitas dan vigornya tertinggi. Setelah masak fisiologis kondisi benih cenderung menurun sampai pada akhirnya benih tersebut kehilangan daya viabilitas dan vigornya sehingga benih tersebut mati. Proses penurunan kondisi benih setelah masak fisiologis itulah yang disebut sebagai peristiwa deteriorasi atau benih mengalami proses menua. Proses penurunan kondisi benih tidak dapat dihentikan tetapi dapat dihambat. Kemunduran benih dapat didefinisikan jatuhnya mutu benih yang menimbulkan perubahan secara menyeluruh di dalam benih dan berakibat pada berkurangnya viabilitas benih.

Author:Grotilar Kazizuru
Country:Portugal
Language:English (Spanish)
Genre:Spiritual
Published (Last):18 May 2011
Pages:440
PDF File Size:6.64 Mb
ePub File Size:15.28 Mb
ISBN:373-1-90803-269-9
Downloads:83848
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Yojin



Proses penurunan mutu benih terjadi secara berangsur-angsur dan kumulatif. Kemunduran benih ini menyebabkan menurunnya vigor dan viabilitas benih dan merupakan awal kegagalan dalam kegiatan pertanian sehingga harus dilakukan pencegahan. Vigor benih merupakan kemampuan benih untuk menghasilkan tanaman normal pada kondisi simpan yang sub optimum, sedangkan viabilitas merupakan kemampuan benih untuk tumbuh normal dalam kondisi yang optimum.

Penyimpanan benih yang kurang baik akan menyebabkan benih kemunduran atau deteriorasi baik morfologi maupun fisiologi. Deteriorasi benih ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dapat berupa sifat genetik benih serta kondisi fisiologis benih seperti kadar air benih. Deteriorasi benih karena faktor genetik disebut proses deteriorasi yang kronologis, artinya meskipun benih ditangani dengan baik dan faktor lingkungan sesuai dengan persyaratan penyimpanan proses deteriorasi akan tetap terjadi.

Menurut Kuswanto , kadar air benih merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi benih dalam penyimpanan. Kadar air benih yang tinggi selama penyimpanan dapat menimbulkan beberapa akibat antara lain meningkatkan laju respirasi. Kemunduran benih meningkat sejalan dengan meningkatnya kadar air benih.

Faktor eksternal yang mempengaruhi deteriorasi benih berupa kondisi lingkungan penyimpanan benih meliputi suhu dan kelembaban tempat penyimpanan.

Deteriorasi terjadi karena adanya faktor lingkungan yang tidak sesuai dengan persyaratan penyimpanan benih, atau terjadi penyimpangan selama proses pembentukan dan prosesing benih. Suhu ruang simpan berperan dalam mempertahankan viabilitas benih selama penyimpanan.

Benih pada suhu yang rendah respirasinya berjalan lambat dibanding pada suhu tinggi sehingga dalam kondisi tersebut viabilitas benih dapat dipertahankan lebih lama. Kuswanto yang menyatakan semakin rendah suhu ruang penyimpanan, semakin lambat laju deteriorasi sehingga benih dapat lebih lama disimpan.

Sebaliknya semakin tinggi suhu ruang penyimpanan, semakin cepat laju deteriorasi sehingga dapat mempengaruhi kemampuan benih untuk berkecambah. Kadar air dan kelembaban nisbi ruangan yang tinggi akan memicu aktivitas enzim yang ada dalam benih.

Aktivitas enzim tersebut akan mempercepat terjadinya proses respirasi, sehingga perombakan cadangan makanan dalam biji menjadi semakin besar dan akhirnya benih akan menurunkan daya kecambah dan laju kecambah benih.

Selain faktor di atas, umur simpan benih juga akan mempengaruhi kualitas benih. Secara umum semakin lama benih disimpan maka viabilitasnya akan semakin menurun. Namun faktor lama penyimpanan benih juga berkaitan erat dengan faktor lainya seperti faktor genetis, faktor lingkungan, cara penyimpanan dan lain-lain.

Beberapa tipe benih tidak mempunyai ketahanan untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama atau sering disebut benih rekalsitran. Sebaliknya benih ortodoks mempunyai daya simpan yang lama dan dalam kondisi penyimpanan yang sesuai dapat membentuk cadangan benih yang besar di tanah. Benih yang mengalami proses deteriorasi memiliki kualitas dan sifat benih yang rendah jika dibandingkan pada saat benih tersebut mencapai kondisi masak fisiologisnya.

Proses kemunduran vigor secara fisiologis ditandai dengan terjadinya perubahan warna benih, penurunan daya berkecambah, peningkatan jumlah kecambah abnormal, penurunan pemunculan kecambah di lapangan field emergence , terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman, meningkatnya kepekaan terhadap lingkungan yang ekstrim yang akhirnya dapat menurunkan produksi tanaman.

Indikasi biokimia dari kemunduran viabilitas adalah perubahan aktivitas enzim, perubahan laju respirasi, perubahan di dalam cadangan makanan, perubahan di dalam membran, dan kerusakan kromosom. Praktikum Teknologi Benih acara Deteriorasi Benih dilakukan menggunakan bahan tanam benih kacang merah Phaseolus vulgaris , kacang tanah Arachis hipogaea , jagung Zea mays dan kedelai Glycine max. Perlakuan yang diberikan untuk mengetahui kondisi penyimpanan yang sesuai untuk menghambat deteriorasi benih adalah suhu ruang, kelembaban tingi, suhu tinggi dan suhu rendah.

Benih dikecambahkan pada hari ke-0 sebagai kontrol, hari penyimpanan ke dan hari penyimpanan ke Kemudian mengamati kecepatan kecambah dan daya kecambah benih yang telah dikecambahkan tersebut.

Hasil pengamatan tersebut menunjukkan bahwa kondisi yang sesuai untuk penyimpanan benih kacang merah adalah pada kondisi suhu ruang. Hasil pengamatan benih kacang tanah yang dikecambahkan pada hari penyimpanan ke menunjukkan bahwa semua perlakuan yang diberikan pada saat penyimpanan tidak menurunkan kecepatan kecambah dan daya kecambah benih. Benih kacang tanah yang dikecambahkan pada hari ke dengan perlakuan penyimpanan suhu ruang juga tidak mengalami penurunan kecepatan dan daya kecambah.

Perlakuan penyimpanan benih jagung pada suhu ruang, kelembaban tinggi dan suhu rendah selama 14 hari tidak menurunkan daya kecambah, sedangkan pada perlakuan suhu tinggi serta perlakuan penyimpan dengan umur simpan 28 hari kecepatan kecambah dan daya kecambah benih mengalami penurunan. Menurut Tatipata et al. Untuk mencegah peningkatan kadar air selama penyimpanan benih, diperlukan kemasan yang kedap udara dan uap air.

Berdasarkan hasil pengamatan, secara umum perlakuan suhu ruang pada penyimpanan benih tidak mempengaruhi daya kecambah benih. Pengamatan tentang deteriorasi benih sangat bermanfaat untuk mengetahui kondisi penyimpanan benih yang tepat. Pengaturan kondisi penyimpanan yang tepat dapat menghambat terjadinya proses deteriorasi benih. Kondisi yang sesuai selama penyimpanan mampu mempertahankan viabilitas benih selama periode simpan yang lama sehingga ketika benih dikecambahkan masih mempunyai viabilitas yang tidak jauh berbeda dengan viabilitas awal sebelum benih disimpan.

CROSSFIRE VERSUCHUNG PDF

Deteriorasi Benih (Kemunduran Benih)

Latar Belakang Kualitas benih yang terbaik tercapai pada saat benih masak fisiologis karena pada saat benih masuk fisiologis maka berat kering benih, viabilitas dan vigornya tertinggi. Setelah masak fisiologis kondisi benih cenderung menurun sampai pada akhirnya benih tersebut kehilangan daya viabilitas dan vigornya sehingga benih tersebut mati. Proses penurunan kondisi benih setelah masak fisiologis itulah yang disebut sebagai peristiwa deteriorasi atau benih mengalami proses menua. Proses penurunan kondisi benih tidak dapat dihentikan tetapi dapat dihambat. Kemunduran benih dapat didefinisikan jatuhnya mutu benih yang menimbulkan perubahan secara menyeluruh di dalam benih dan berakibat pada berkurangnya viabilitas benih.

TDA9381PS N2 PDF

DETERIORASI BENIH

Zulukazahn Country of ref document: Preparation method of anatomical phantoms having constituents of different densities. Agricultural area also tend to narrowing from year to year. The completely randomized design with four replications was used in the experiment by moisture content and deterioration periods as treatment. Individually, beef demand is influenced by the price of beef and income residents.

ELEKTROPNEUMATIK GRUNDLAGEN PDF

DETERIORASI BENIH PDF

Malajas Although since Indonesia has reached self-sufficiency in rice, but that success can not be freed of food imports in the following years. Faktor kedua adalah perlakuan lama perendaman dalam PEGmeliputi 3 jam, 6 jam dan 9 jam. The crisis in the emerging field of food these days, has raised concerns various groups of society. Language Bahasa Indonesia English. Individually, beef demand is influenced by the price of beef and income residents. Terdapat pengaruh faktor ketinggian tempat, jenis tanah, morfologi, fisiologi, dan biokimia terhadap pertumbuhan dan hasil aren.

Related Articles